Saturday, January 16, 2010

Alma Mater


Tiba2 teringat sekolah2 lama...

Sekolah rendah-Sekolah Kebangsaan Sendayan




Sekolah Menengah (Lower form)-SMK Taman Tuanku Jaafar




Sekolah Menengah (Upper form)-SM Sains Alam Shah




Pre-U-Taylor`s College Main Campus Subang Jaya






University-Melaka Manipal Medical College (Manipal University)

*peace

Saturday, January 9, 2010

Hmmm..

The court decided on the case.

Blog, Facebook ,You Tube etc was having heavy trafficking discussion about the issue. Some being defensive, some being progressive, some being ultra, some being academical.

The tense going on and on. Opinions scattered all over the brain.

The third party look over the situation from the distance. `Hmm I`m in the nick of the time.`

Find a desperate person to do some simple job was not so difficult in this fast pace of today`s world.

It was Friday and the road rally was plan to be made.

oh! a front page news@ breaking news was published.

The invisible hand had successfully get the job done. Just to find a right time and right situation.

Want to divide and rule?oh cut the crap. We got media... people think, people assume.

and the story goes....

Wallahualam




Thursday, January 7, 2010

sharing is caring II (Bukan siapa-siapa)

Dipetik dari laman web www.iluvislam.com

*******************

Email ini dipetik daripada seorang sahabat, dan saya forwardkan untuk manfaat kepada diri saya dan semua.

Semoga bermanfaat baik untuk yang melamar ataupun yang dilamar, ataupun bagi yang sudah berumah tangga. Renungan buat yang sedang mencari pasangan hidup ataupun yang sedang mengemudi bahtera rumah tangga. Mengapa? Kerana Dia Manusia Biasa.

Setiap kali ada sahabat yang ingin menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suami/isterimu? Jawappannya ada bermacam-macam. Bermula dengan jawapan kerana Allah hinggalah jawapan duniawi. Tapi ada satu jawapan yang sangat menyentuh di hati saya. Hingga saat ini saya masih ingat setiap butir percakapannya. Jawapan dari salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Kemudian membuat keputusan menikah. Persiapan pernikahan mereka hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak hairan. Proses pernikahan seperti ini selalu dilakukan. Dia bukanlah akhwat, sebagaimana saya. Satu hal yang pasti,dia jenis wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami. Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sukar untuk membuka hati. Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menganggapnya serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi. Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tarikh pernikahannya. Serta meminta saya untuk memohon cuti, agar dapat menemaninya semasa majlis pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya.

Saya ingin tahu! Mengapa dia begitu mudah menerima lelaki itu. Ada apakah gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia boleh memutuskan untuk bernikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk ketika itu(benar-benar sibuk). Saya tidak dapat membantunya mempersiapkan keperluan pernikahan. Beberapa kali dia menelefon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa perkara. Beberapa kali saya telefon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan pernikahannya. Kami tenggelam dalam kesibukan masing-masing. Saya mengambil cuti 2 hari sebelum pernikahannya. Selama cuti itu saya memutuskan untuk menginap di rumahnya. Pukul 11 malam sehari sebelum pernikahannya, baru kami dapat berbual -hanya-berdua. Hiruk-pikuk persiapan akad nikah esok pagi, sungguh membelenggu kami. Pada awalnya kami ingin berbual tentang banyak hal. Akhirnya, dapat juga kami berbual berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak perkara kepada saya. Beberapa kali Mamanya mengetuk pintu, meminta kami tidur.

"Aku tak boleh tidur." Dia memandang saya dengan wajah bersahaja.

Saya faham keadaanya ketika ini.

"Matikan saja lampunya, biar disangka kita dah tidur."

"Ya.. ya." Dia mematikan lampu neon bilik dan menggantinya dengan lampu yang samar.

Kami meneruskan perbualan secara berbisik-bisik. Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kami lakukan. Kami berbual banyak perkara, tentang masa lalu dan impian-impian kami. Wajah keriangannya nampak jelas dalam kesamaran. Memunculkan aura cinta yang menerangi bilik ketika itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya pendamkan. "Kenapa kamu memilih dia?" Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari baringnya sambil meraih telefon bimbitnya dibawah bantalku. Perlahan dia membuka laci meja hiasnya. Dengan bantuan lampu LCD handphone dia mengais lembaran kertas didalamnya. Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan sekeping sampul kepada saya. Saya menerima handphone dari tangannya. Sampul putih panjang dengan cop surat syarikat tempat calon suaminya bekerja. Apa ini?. Saya melihatnya tanpa mengerti.

Eeh..., dia malah ketawa geli hati.

"Buka aja."

Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas putih bersaiz A4, saya melihat warnanya putih. "Teruknya dia ni."

Saya menggeleng-gelengka n kepala sambil menahan senyum.

Sementara dia cuma ketawa melihat ekspresi saya. Saya mula membacanya. Saya membaca satu kalimat diatas, dibarisan paling atas. Dan sampai saat inipun saya masih hafal dengan kata-katanya. Begini isi surat itu........

************ ********* *******

Kepada ...... Calon isteri saya, calon ibu anak-anak saya, calon menantu Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya Assalamu'alaikum Wr Wb. Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silakan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai. Saya, yang bernama_____menginginkan anda______ untuk menjadi isteri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Buat masa ini saya mempunyai pekerjaan. Tetapi saya tidak tahu apakah kemudiannya saya akan tetap bekerja. Tapi yang pasti saya akan berusaha mendapatkan rezeki untuk mencukupi keperluan isteri dan anak-anakku kelak. Saya memang masih menyewa rumah. Dan saya tidak tahu apakah kemudiannya akan terus menyewa selamannya. Yang pasti, saya akan tetap berusaha agar isteri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan. Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa saja. Oleh kerana itu Saya menginginkan anda supaya membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa. Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Kerana saya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik. Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istikharah berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda. Yang saya tahu, Saya memilih anda kerana Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari sekarang ini. Saya memohon anda sholat istiqarah dulu sebelum memberi jawapan pada saya. Saya beri masa minima 1 minggu, maksima 1 bulan. Semoga Allah redha dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin Wassalamu'alaikum Wr Wb

************ ********* *********

Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat 'lamaran' yang begitu indah. Sederhana, jujur dan realistik. Tanpa janji-janji yang melambung dan kata yang berbunga-bunga. Surat cinta biasa. Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan.

"Kenapa kamu memilih dia.....?"

"Kerana dia manusia biasa......." Dia menjawab mantap.

"Dia sedar bahawa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya. Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kami kemudian hari. Entah kenapa, justeru itu memberikan kesenangan tersendiri buat aku.."

"Maksudnya?"

"Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu esok masih ada dan menjadi milik kita. Betul tak? Paling tidak.... Aku tau bahawa dia tidak akan frust kalau suatu masa nanti kami jadi miskin. "

Ssttt....."Saya menutup mulutnya.

Khuatir kalu ada yang tau kami belum tidur. Terdiam kami memasang telinga. Sunyi. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kami saling berpandangan lalu gelak sambil menutup mulut masing-masing.

"Udah tidur. Esok kamu mengantuk, aku pula yang dimarahi Mama."

Kami kembali berbaring. Tapi mata ini tidak boleh pejam. Percakapan kami tadi masih terngiang terus ditelinga saya.

"Gik.....?" "Tidur.....Dah malam." Saya menjawab tanpa menoleh padanya.

Saya ingin dia tidur, agar dia kelihatan cantik jelita esok pagi. Rasa mengantuk saya telah hilang, rasanya tidak akan tidur semalaman ini. Satu lagi pelajaran dari pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia sedar dengan kemanusiaannya.

Sedar bahawa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya. Begitu juga dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah terpahat sejak roh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahannya kelak. Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tetapi sebuah 'proses usaha'. Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, takhta dan 'nama'. Status diri yang selama ini melekat dan dibanggakan (aku anak orang ini/itu), ditanggalkan. Ketika segala yang 'melekat' pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama. Pernikahan hanya dilandasi kerana Allah semata. Diniatkan untuk ibadah. Menyerahkan segalanya pada Allah yang membuat senarionya. Maka semua menjadi indah. Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap hamba-NYA. Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan. Kita hanya boleh memohon keredhaan Allah. MemintaNYA mengurniakan barakah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah. Jadi, bagaimana dengan cinta? Ibu saya pernah berkata, Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadi hadir,lalu tumbuh, kemudian merawatnya. Agar cinta itu dapat bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. Cinta tumbuh kerana suami/isteri (belahan jiwa). Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa.Amiiin..

Wednesday, January 6, 2010

Anjakan Paragdima

Actually the title is a bit exaggerating though.

I believe in an individual,in life to be precise, one should look forward to improve him/herself.

As what a friend of mine mention before, which something like,

" When you lay down on your bed and ready to sleep, think what you have done today, compare your contribution to others with yesterday deeds."

Yup..! Back at secondary school I have changed because people said I was so quiet.

Some things happened and I try to mingled around, being a bit friendly.

However, as what I see myself now....I think it is better not to change..

Be yourself...such a cliche...or maybe the change need to be intention to Him or it may turn out to be something that we don`t prefer to.

And also quote from Dr. Tuah taken from his book `Jangan Tidak-tidak`

"Orang sekeliling pasti dan suka komen pasal kita. Ada orang komen supaya kita berubah lebih baik. Tapi, lebih BANYAK yang komen sebab nak buruk dan jatuhkan diri kita.`

In some extent, I couldn`t agree more.

Change by re-shaping yourself. =)

Thursday, December 31, 2009

pieces from past II

Tinggal lebih kurang 3 jam waktu India untuk kami menyambut Tahun Baru...bukan bahang tahun baru yang terasa....tapi bahang nak exam final n block 4...
Pe2 pun..tulisan kali ni saja2 ditulis sebab teringat...

OBAMA
Masa kempen dulu, beriya cakap nak tarik balik tentera US dari Afghanistan dan Iraq...dan2 je...akhirnya, baru2 ni tambah pulak tentera ke sana...oh tahniah kepada pemenang Anugerah Nobel Keamanan 2009

DEMOKRASI
Switzerland xkasi buat menara2 masjid...Perancis masih angkuh dengan undang2 dlm kwsn institusi akademik xboleh tunjuk budaya keagamaan masing2 lantas tudung memang xboleh pakai...demokrasi la konon, kuasa2 veto UN ni...kalau Malaysia batal projek gereja ke kuil ke bising pulak korang...

BTN
Teringat masa BTN...saja nak tgk emosi faci...aku pun mengeluarkan kenyataan `idola saya antaranya Anwar Ibrahim`...haha puas jugak nak bagi paham maksud ayat yg ada perkataan `antara`...kawan aku ckp kat sebelah,` ko bunuh diri ni`...aku ckp antara-dan aku amek contoh cara dia confident cakap dan pengaruh org...ada idea DSAI memang aku xsuka..ngerti?

Last day plak, aku persoal `kenapa ada islam hadhari?`..kenapa nak wat label2 baru? dgn muka innocent k...bukan muka kerek...dan` saya xpaham konsep islam hadhari, xpenah jmp pun info pasal tu`(maaf rumah tiada internet)
Amek...last2 dapat hadiah buku panduan `islam hadhari`....memg aku belek je....ayat buku tu...ntah...bagi la senang paham cket...
dan mana konsep tu skang?mana segmen islam hadhari kat mhi?

1Ummah

*3rd point of view
adios

tambahan




Sunday, December 20, 2009

Malu Ibn Abdus

Ibu jari dua2 naik!


Hari ini daku menyaksikan,
Petunjuk tuhan,
Satu kejadian,
Berlatarkan sekolah di sebuah pekan,
Ketika sesi muzika berjalan,
Di kala si guru mengajar tarian,
Sebagai sesi pemanas badan,
Buat murid yang masih tak keruan,
Di hari pertama sesi persekolahan,
Di satu sudut jelas kelihatan,
Ibn Abdus putera kenalan,
Putera teman sepengajian.

Ibn abdus...si kecil itu,
Menangis tersendu-sendu,
Dirinya dihampiri guru,
Tubuh kecilnya diranduk, dipujuk, dirayu,
Mengapa kau menangis wahai anakku,
Mengalir air mata syahdu,
Di waktu teman lain bersuka ria menari rambu?
Takut, begitulah ucapnya,
Bila guru memintanya,
Memegang tangan pasang tarinya,
Yang jelas bukanlah mahramnya,
Umi kata, lagak itu haram hukumnya,
Abi kata, Allah jua menjadi murka,
Tika yang sama jua,
Titis permata mengalir dari kelopak sepetnya,
Takutnya dia!
Takut pada larangan yang Maha Esa,
Pada dosa,
Pada sengsara,
Balasan di akhirat sana.

Ibn Abdus itu,
Usianya baru darjah satu,
Muslim juga sepertiku,
Punya Allah...tuhannya dan tuhanku,
Tapi sungguhpun begitu,
Dia dan daku,
Ibarat bumi menghijau dan langit membiru,
Berbeda darjat di sisi Tuhan yang Satu.

Daku bukan muslim yang soleh,
Daku lebih liberal, lebih terbuka, lebih ‘orang putih’,
Bukan mahramku, dikala terang mahupun sorekh,
Berpegang tangan, berlaga pipi menjadi pilih,
Kononnya lebih rapat dan lebih berkasih,
Bukan deen ini yang aku tak faqih,
Tapi ‘trend’ sekarang tak boleh didalih,
Kalau tak, kelak jadi tersisih,
Takutkan tuhan menjadi pipih,
Bila ditegur orang yang muslih,
Bibirku menjuih, “Relakslah, rambutku belum putih!”
Masih ada masa untuk dosa dibersih.

Istighfarlah wahai diri,
Malu daku dengan si kecil tadi,
Lebih besar maluku pada Ilahi,
Selama hidup, syariatNya ada yang kutaati,
Ada yang kuingkari,
Istighfarlah diri!
Deen ini bukan acuan sendiri,
Tapi panduan Tuhan untuk manusiawi,
Memimpin kita ke jalan abadi,
Menyelamat kita dari binasa hakiki.
Sungguh! Aku malu,
Pada tuhanku,
Juga pada si kecil itu.

Ku sedar khilaf ini perlu kubetulkan,
Wajar kembali ke pangkal jalan,
Kerna hidup ini sekadar hiburan,
Seharusnya kugigih mengumpul bekalan,
Untuk dikendong ke hari kemudian,
Menjadi jaminan ke syurga impian.

Buat umi dan abi si kecil itu,
Didikanmu membina jitu,
Peribadi si kecil itu,
Ku ucapkan doa setulus kalbu,
Keberkatan dan keselamatan untuk kamu,
Semoga Allah menjaga dirimu,
Diri puteramu,
Dan diri setiap muslim yang menegak syariatMu.

Friday, December 18, 2009

Yahudi

Nah...ni byk jmp kat emel2 forward...thesis seorg doktor khabarnya...

Mengapa Yahudi Bijak?

Setelah berada 3 tahun di Israil kerana menjalani housemanship di beberapa hospital di sana, ada beberapa perkara yang menarik perhatian saya untuk dijadikan tesis ini iaitu “Mengapa Yahudi Bijak?” Memang tidak dapat dinafikan ramai cendekiawan berbangsa Yahudi dari segala bidang; kejuruteraan, muzik, sains dan yang paling hebat ialah bidang perniagaan yang mana ia memang tersohor. Hampir 70% perniagaan di dunia dikuasai oleh kaum Yahudi, dari kosmetik, pakaian, pemakanan, senjata, perhotelan, perfileman di Hollywood dan sebagainya.

Ketika tahun ke-2, akhir bulan Disember 1980 dan sedang saya menghitung hari untuk pulang ke California, saya terfikir apakah sebabnya kaum Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan, atau olah manusia sendiri? Adakah kebijaksanaan boleh dijana seperti kilang pengeluaran?

Maka saya pun tergerak membuat tesis untuk PHD saya di samping kebaikan untuk umat sejagat dan dapat hidup secara harmoni. Untuk pengetahuan anda, tesis yang saya lakukan ini mengambil masa hampir lapan tahun untuk mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Antara data-data yang saya kumpulkan ialah pemakanan, adat resam, agama, persiapan awal untuk melahirkan zuriat dan sebagainya dan data tadi saya cuba bandingkan dengan bangsa dan kaum lain.

1) Persiapan Zuriat

Marilah kita mulakan dengan persiapan awal melahirkan zuriat. Di Israil, setelah mengetahui yang sang ibu sedang mengandung, pertama kali saya perhatikan ialah sang Ibu akan sering menyanyi dan bermain piano dan ibu bapa akan membeli buku matematik dan menyelesaikannya bersama-sama. Saya sungguh hairan kerana teman saya yang mengandung sering membawa buku matematik dan bertanya kepada saya beberapa soalan yang beliau tidak dapat menyelesaikannya. Oleh kerana saya memang minat matematik, tentu sahaja dengan gembira saya membantunya. Saya bertanya kepada beliau, “Adakah ini untuk anak kamu?” Beliau menjawab, “Ya, ia untuk anak saya yang masih dalam kandungan. Saya sedang melatih otaknya, semoga dia menjadi genius apabila dewasa kelak.” Perkara ini membuat saya tertarik untuk mengikuti perkembangan beliau seterusnya. Berbalik kepada matematik tadi, tanpa rasa jenuh beliau membuat latihan sehingga beliau melahirkan anak.

2) Pemakanan

Seperkara lagi yang saya ialah pemakanan beliau. Sejak awal kandungan beliau gemar memakan kacang badan dan kurma bersama susu. Untuk makan tengah hari, makanan utama ialah roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang digaul dengan badam dan pelbagai jenis kekacang. Menurut beliau daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merosakkan perkembangan dan pertumbuhan otak anak di dalam kandungan. Ini adalah adat orang Yahudi ketika mengandung dan ianya menjadi semacam kewajipan untuk ibu-ibu yang sedang mengandung mengambil pil minyak ikan.

Ketika saya diundang untuk makan malam bersama orang Yahudi, perkara pertama yang saya perhatikan ialah menu mereka. Perkara yang sama diperhatikan ialah mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau filet) dan biasanya daging tidak ada di meja jika ada ikan. Menurut mereka campuran daging dan ikan tidak elok dimakan bersama. Salad dan kacang adalah kemestian, terutamanya badam. Seperkara yang pelik ialah mereka akan memakan buah-buahan dahulu sebelum memakan hidangan utama. Jangan terperanjat jika diundang ke rumah Yahudi anda akan dihidangkan buah-buahab dahulu. Memakan hidangan karbohidrat (nasi atau roti) kemudian buah-buahan akan menyebabkan kita rasa mengantuk dan lemah serta payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

3) Jangan Merokok

Di Israil, merokok adalah taboo. Apabila anda diundang makan di rumah Yahudi, jangan sekali-kali merokok dan tanpa malu mereka akan menyuruh anda keluar dari rumah mereka dan merokok di luar rumah. Menurut saintis Israil, kajian menunjukkan nikotin dapat merosakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada genes. Ini bermakna keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh atau lembap). Ini satu penemuan yang dahsyat oleh saintis yang mendalami bidang genes dan DNA. Para perokok harap ambil perhatian. Ironinya pemilik pengeluar rokok terbesar adalah… (tekalah sendiri).

4) Pendidikan Anak-anak

Perhatian saya selanjutnya ialah melawati tadika mereka. Pemakanan anak-anak ini cukup dikawal. Makanan awal ialah buah-buahab bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever). Kanak-kanak Yahudi sungguh bijak dan rata-rata memahami 3 bahasa iaitu Hebrew, Arab dan Inggeris dan sedari awal lagi mereka telah dilatih bermain piano dan biola, ini adalah wajib. Menurut mereka bermain muzik dan memahami nota-notanya dapat meningkatkan lagi IQ kanak-kanak dan sudah tentu bakal menjadikan kanak-kanak ini bijak. Menurut saintis Yahudi, gegaran muzik dapat stimulate (semacam senaman untuk otak), maka itu terdapat ramai sekali genius muzik terdiri daripada kaum Yahudi.

Seterusnya darjah 1-6, kanak-kanak Yahudi akan diajar matematik berkonsepkan perniagaan dan pelajaran sains amatlah diberi keutamaan. Perbandingan kanak-kanak California, mereka jauh berbeza IQnya dan boleh saya katakan 6 tahun ke belakang. Segala pelajaran akan dengan mudah ditangkap oleh kanak-kanak Yahudi.

Selain itu sukan juga menjadi kewajipan bagi mereka dan sukan yang diberi keutamaan ialah memanah, menembak dan berlari. Memanah dan menembak dapat melatih otak memfokus sesuatu perkara di samping mempermudahkan persiapan untuk perkhidmatan negara.

5) Pendidikan Tinggi

Pelajar sekolah tinggi (menengah), pelajar ditekankan dengan mata pelajaran sains dan mereka digalakkan mencipta produk. Segala projek mereka walaupun kadangkala kelihatan lucu dan mengarut, tetap diteliti dengan serius apatah lagi jika ianya berupa senjata, perubatan dan kejuruteraan. Idea ini akan dibawa ke institut tinggi di politeknik dan universiti.

Satu lagi yang diberi keutamaan ialah fakulti perniagaan. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriua tentang perniagaan. Pada tahun akhir, para penuntut bidang perniagaan dikehendaki melakukan projek dan mempraktikkannya dan anda hanya lulus jika kumpulan anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta. Anda terperanjat? Itulah kenyataannya. Dengan rangkaiana seluruh dunia dan ditaja sepenuhnya oleh syarikat milik Yahudi, maka tidak hairanlah mereka dapat menguasai 1/2 perniagaan di dunia. Siapakah yang mencipta rekaan Levis yang terkini? Ianya dicipta di Universiti Israil oleh fakulti perniagaan dan fesyen.

6) Ibadah

Pernahkah anda melihat cara orang Yahudi melakukan ibadah mereka? Salah satu caranya ialah dengan menggoyang-goyangkan kepala mereka. Ini dapat mengaktifkan otak mereka dan menambahkan oksigen di kepala. Banyak agama di Timur Tengah seperti Islam juga ada menyuruh umatnya menunduk atau menggoyang-goyangkan kepada. Ini juga dapat menstimulasikan otak kita supaya bertambah aktif.

Lihat orang Jepun, mereka sering menunduk-nundukkan kepala dan ianya sebagai adat. Ramai orang Jepun yang pandai? Adakah ianya kebetulan? Kegemaran mereka ialah sushi (daripada ikan), adakah ini kebetulan? Fikirkanlah.

7) Perniagaan

Berpusat di New York, Dewan perniagaan Yahudi sedia membantu mereka yang berminat untuk melakukan perniagaan (sudah tentu untuk Yahudi sahaja), jika mereka ada idea yang bernas jawatankuasa akan memberi pinjaman tanpa faedah. Pentadbir dari jawatankuasa tadi akan bekerjasama dengan anda untuk memastikan yang perniagaan menurut landasan yang betul. Maka lahirlah Starbuck, komputer Dell, Coca Cola, DKNY, Oracle, perfileman Hollywood, Levis, Dunkin Donut dan ada beratus kedai ternama di bawah naungan dewan perniagaan Yahudi di New York.

Graduan Yahudi dari fakulti perubatan New York akan disarankan untuk mendaftar di persatuan ini dan digalakkan memulakan klinik mereka sendiri dengan bantuan wang tanpa faedah. Barulah saya tahu mengapa hospital di New York dan California sentiasa kekurangan doktor pakar.

Kesimpulan

Kesimpulannya, pada teori saya, melahirkan anak dan keturunan yang bijak boleh dilaksanakan dan tentunya bukan semalaman. Ianya memerlukan masa, beberapa generasi mungkin. Persiapan awal adalah ketika sang ibu mengandung. Galakkanlah si ibu melakukan latihan matematik yang mudah tetapi konsisten di samping mendengar muzik klasik.

Seterusnya ubah cara pemakanan. Makanlah makanan yang elok dan berkhasiat yang baik untuk otak. Menghayati muzik sejak kecil adalah baik sekali untuk pertumbuhan otak kanak-kanak. Dengan bermain piano dan biola sudah tentu dapat melatih anak-anak mencerdaskan otak mereka. Demikian juga dengan sukan yang memerlukan tumpuan yang tinggi seperti memanah, bola keranjang, damak dan menembak.

Merokok menjanjikan generasi yang moron (bodoh) dan sudah tentu genes bodoh akan mengikut ke generasi si perokok. Lawatan saya ke Singapura pada tahun 2005 amat memeranjatkan sekali. Di sini perokok seperti dianaktirikan dan begitu susah sekali untuk perokok. Anda tahu berapa harga sekotak rokok? $US 7! Ini bersamaan perbelanjaan sehari untuk makan anda. Saya puji sikap pemerintah Singapura dan menakjubkan sekali. Seperti Israil ianya begitu taboo dan cara pentadbiran dan pembelajaran mereka hampir serupa dengan Israil. Maka itu saya lihat institusi pengajian mereka bertaraf dunia walaupun hakikatnya neara Singapura hanyalah sebuah pulau sebesar Manhattan.

Anda mungkin musykil, benarkah merokok dapat melahirkan generasi bodoh. Saya telah menemui beberapa bukti menyokong teori ini. Lihat sahaja Indonesia. Jika anda ke Jakarta, di mana sahaja anda berada, dari restoran ke pawagam, kebun bunga hingga ke muzium hidung anda akan segera terbau asap rokok. Harga rokok? Cuma $US 0.70. Dan hasilnya dengan penduduk berjumlah jutaan orang berapa banyakkah universiti yang terdapat di sana? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain daripada bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggeris? Di tangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematik sedunia? Adakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri.

Dalam tesis saya ini, saya tidak menimbulkan soal agama atau bangsa. Adakah Yahudi itu zalim sehingga diusir dari semenjak zaman Paraoh hingga ke Hitler. Bagi saya itu isu politik dan survival. Yang ingin saya ketengahkan ialah mampukah kita melahirkan generasi yang bijak seperti Yahudi? Jawabnya ialah mungkin dan tidak mustahil. Ianya memerlukan perubahan dari segi pemakanan dan cara mendidik anak.

Saya kira hanya memerlukan 3 generasi sahaja. Ini dapat saya lihat sendiri pada cucu saya. Setelah saya mengajar anak saya melalui program yang telah saya nyatakan di atas tadi, cucu saya pada umur 9 tahun dapat menulis karangan sepanjang 5 muka surat penuh. Karangannya hanyalah mengenai mengapa saya gemarkan tomato.

Selamat sejahtera dan semoga kita dapat melahirkan manusia yang bijak dan bersifat mulia untuk kebaikan manusia sejagat tanpa mengenal batasan bangsa.